
Kunyit putih atau Curcuma alba sudah dikenal luas oleh masyarakat di Indonesia. Nama latin tanaman ini adalah curcuma alba L. atau curcuma mangga. Nama daerahnya temu mangga, atau kunir putih di daerah Yogyakarta. Dalam farmakologi China dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tumbuhan ini memiliki sifat: menghentikan pendarahan, antiinflamasi, dan menambah nafsu makan. Hasil penelitian menunjukkan tanaman ini bersifat antineoplastik (merusak pembentukan ribosom pada sel kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker). Bagian yang digunakan adalah rimpang dan daun.
Kunir putir dikenal kaya dengan kandungan kimia yang sudah diketahui di antaranya, rimpang dan daun mengandung saponin, dan polifenol. Daun mengandung polifenol. Penyakit yang bisa disembuhkan dengan tanaman ini menurut hasil penelitian dan pengalaman adalah mengecilkan rahim, menambah nafsu makan, menghambat pertumbuhan sel kanker, mengobati sakit maag, dan nyeri lambung.
Curcuma Mangga/Zedoaria J (Kunir putih). Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa tanaman ini mengandung: RIP (Ribosome Inactiving Protein) yang berfungsi untuk menonaktifkan sel kanker, merontokkan sel kanker tanpa merusak jaringan sekitarnya, memblokir pertumbuhan sel kanker. Zat anti oksidan, untuk mencegah kerusakan gen. Zat anti kurkumin, sebagai anti peradangan.